Sunday, December 8, 2013

BUMINA DAN SAMINA HASIL INOVASI TEKNOLOGI EFISIENSI AIR



Pada pameran Gelar Karya Inovasi Teknologi Hasil Penelitian dan Pengembangan yang diselenggarakan di Ballroom Gedung Mina Bahari III KKP pada hari Selasa tanggal 12  Nopember 2013 Instalasi penelitan Cibalagung Bogor, Balitbang KP menampilkan dua  kolam ikan terpal yang diberi nama “Bumina” (Buah dan ikan) dan “Samina” (Sayuran dan ikan).

Display kedua kolam tersebut sangatlah menarik, hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme pengunjung dalam mendapatkan informasi mengenai kedua kolam ikan terpal tersebut. Yang menjadi pusat perhatian dalam kolam ikan tersebut salha satunya adalah dari fungsinya yaitu selain dapat memelihara ikan pada kolam tersebut pula dapat memelihara tanaman berupa buah dan sayuran. Fungsi lainnya adalah dari sistem pengairannya yang cukup efisien yaitu air yang dipergunakan untuk menyiram tanaman bersumber dari air kolam. Dalam mengatur sirkulasi air kolam tersebut diperlukan alat pompa kecil sehingga aliran air akan mengalir secara proposional ke tanaman dan air kolam.
Bukan hanya kemudahan dalam mengelolanya saja, apabila Bumina dan Samina ini serius dilakukan akan menjadi usaha yang dapat menguntungkan secara finansial. Tentunya dengan analisa usaha yang sesuai dan teknik budidaya yang baik hal tersebut akan menjadi lebih mudah.


Sistem Bumina dan Samina ini diharapakan dapat memberikan alternatif kepada masyarakat dalam melakukan usaha dibidang perikanan budidaya dengan tambahan keuntungan usaha yang berasal dari buah dan sayuran. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Syati Saptaria)

USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN



Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang cukup popular  di Indonesia, hal tersebut dikarenakan konsumsi ikan lele dimasyarakat cukup tinggi. Tingginya tingkat konsumsi dapat terlihat dari banyaknya restaurant yang menyajikan ikan lele sebagai menu andalannya, selain itu  Ikan lele pula menjadi menu andalan bagi penjaja makanan kaki lima dan hampir disetiap kota di Indonesia ikan lele merupakan makanan yang selalu digemari masyarakat Indonesia.

Dalam memenuhi permintaan akan ikan lele yang cukup tinggi merupakan suatu tantangan sekaligus peluang bagi pengusaha yang tertarik untuk mengembangkan bisnis ikan lele. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal tentunya setiap pengusaha harus mempunyai perhitungan yang tepat bagi usaha yang akan dijalankan. Dalam mengembangkan usaha ikan lele secara gari besar dapat diambil dua peluang bisnis yang menjanjikan, yaitu usaha pembenihan ikan lele dan usaha pembesaran ikan lele. 


 Usaha pembenihan ikan lele merupakan salah satu usaha yang cukup mudah dan menguntungkan dikarenakan ikan lele mempunyai karakteristik yang mudah untuk beradaptasi sehingga ikan ini bisa dipelihara di berbagai media pemeliharan. Salah satu media pemeliharaan ikan lele yang banyak dipakai saat ini adalah kolam terpal, dari mulai proses pemijahan sampai pembesaran ikan lele bisa dilakukan pada kolam terpal.

Untuk melakukan usaha pembenihan ikan lele diperlukan indukan yang berkualitas dan cocok untuk dipijahkan. Dari satu ekor betina ukuran sebesar pergelangan tangan orang dewasa, bisa menghasilkan benih lele berkisar 20 ribu-30 ribu ekor. Untuk telur ikan lele yang ada dalam kolam terpal diperlukan paling lambat 12 jam telur ikan lele akan menetas seluruhnya. Setelah dua hari menetas, benih ikan lele dapat diberi pakan cacing sutera, yang banyak diperjualbelikan dengan harga Rp15 ribu per liter. Pemberian cacing sutera dilakukan hingga benih berumur 14 hari. Setelah itu pakannya diganti dengan produksi pabrikan, dan pada usia 20 hari biasanya benih mencapai ukuran dua-empat centimeter dan sudah bisa dijual. 

Dengan proses pembenihan yang cukup cepat akan didapat keuntungan yang cepat pula. Dalam penjualan benih ikan lele biasanya tergantung permintaan pembeli biasanya di jual perliter atau perekor benih ikan. Untuk benih literan harganya Rp 50 ribu per liter, sedangkan hitungan Rp 50 per ekor.

Berdasarkan keterangan dari salah satu pembudidaya ikan lele didaerah Banten, benih  pada umur 20 hari diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp700 ribu-Rp900 ribu, sedangkan modal yang dikeluarkan untuk membeli pakan sekitar Rp200 ribu-Rp300 ribu, sehingga keuntungan yang dapat diperoleh sebesar Rp500 ribu-Rp700 ribu.


 Dengan keuntungan yang cukup besar, tentunya usaha pembenihan ikan lele menjadi salah satu alternatif usaha yang menantang untuk dijalankan. Tantangan tersebut dapat menjadikan peluang yang sangat baik untuk masyarakat yang mempunyai rencana untuk membuka usaha baru. Gambaran keuntungan usaha pembenihan ikan lele tersebut diharapakan dapat meningkatkan ide usaha yang akan berdampak terhadap  kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Syati Saptaria).

Saturday, December 7, 2013

H... Y... S....

Belum begitu lama mendapatkan kata-kata bijak yang mengena di hati.....


Saya tidak mempunyai rencana untuk menjadi apa yang sekarang saya dapatkan dan alami...semua itu adalah atas kehendak ALLAH...apabila tidak ada campur tangan ALLAH maka mustahil semua yang kita dapatkan akan benar-benar menjadi milik kita... saya tidak pernah mempunyai rencana apapun untuk apa yang akan terjadi dalam hidup saya...biarlah tangan-tangan ALLAH yang bekerja...kita serahkan semuanya pada ALLAH semata...Alhamdulillah atas semua yang didapatkan hari kemarin...hari ini...besok dan masa yang akan datang...^_*


Sunday, November 24, 2013

GELAR INOVASI TEKNOLOGI HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 2013



Dalam meningkatkan peranan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendukung produksi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan kegiatan Gelar Inovasi Teknologi Hasil Penelitian dan Pengembangan 2013 yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12  Nopember 2013 di Ballroom Gedung Mina Bahari III KKP.
Gelar Inovasi diselenggarakan dengan beberapa acara yang salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan para undangan dan masyarakat mengenai beberapa inovasi yang telah dicapai oleh Balitbang Kp melalui beberapa tayangan audiovisual. Dalam sambutan pembukaan acara tersebut Bapak Ahmad Purnomo selaku Plt. Ka. Balitbang KP menyampaikan bahwa Gelar Inovasi Teknologi ini menyelenggarakan beberapa acara yaitu launcing dua buku yang diterbitkan oleh Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan berjudul Rekomendasi Teknolgi Kelautan dan Perikanan dan Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan,  bedah buku, pameran dan pengumuman pemenang karya tulis jurnalis bidang Kelautan dan Perikanan.
Acara tersebut dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Sharif C. Sutardjo dan berkesempatan memberikan sambutan. Dalam sambutannya Menteri Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa kelautan dan perikanan merupakan sumberdaya untuk manusia pada masa yang akan datang, sehingga konsep industrialisasi yang berdasarkan blue economy (efektif, efisien dan tanpa limbah) merupakan konsep yang dapat mendukung produksi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Diharapkan konsep tersebut akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat yang berkelanjutan pula. Selain itu Menteri KP menyampaikan bahwa hasil penelitian yang sudah teruji harus disosialisasikan sehingga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas. Setelah sambutan dan pembukaan acara Menteri KP meninjau pameran Gelar Inovasi Teknologi Hasil Penelitian dan Pengembangan 2013. (Syati Saptaria)

Tuesday, November 5, 2013

PERIZINAN USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN



Pelayanan merupakan tugas utama dari instansi pemerintah yang bertujuan untuk menggerakan perekonomian Indonesia supaya kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat dan merata. Dengan tujuan tersebut tentunya diperlukan kinerja yang baik dan pelaksanaannya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan mangacu terhadap peraturan yang telah ditetapkan.
Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan merupakan salah satu unit kerja Direktorat Perikanan Budidaya yang mempunyai tugas untuk menerbitkan Surat Izin Pemasukan Ikan Hidup, Rekomendasi Pengeluaran Ikan Hidup, Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) di Bidang Pembudidayaan Ikan, Rekomendasi Pembudidayaan Ikan Penanaman Modal (RPIPM), dan Rekomendasi Pengunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
Setiap tahunnya Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan telah menerbitkan cukup banyak dokumen izin, dan salah satu dokumen yang paling banyak diterbitkan pada setiap tahun adalah dokumen izin impor. Data penerbitan dokumen izin dapat dilihat pada tabel berikut yang manyajikan data penerbitan dokumen ijin kurun waktu 2010 – 2013 :
Tabel Jumlah Pelayanan Usaha Pusat 2010-2013
*tahun 2013 :per Januari sd Agustus
Tahun / JenisIzin
Impor
SIKPI
RPIPM
Ekspor
RPTKA
Jumlah
2010
80
20
2
2
-
104
2011
72
27
2
-
-
101
2012
70
20
2
-
3
95
2013
39
10
1
-
3
52
Jumlah
261
77
7
2
6
353
Sumber : Data Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan Pusat per agustus 2013
Dari tabel diatas terlihat jumlah dokumen ijin pada setiap tahun dengan setiap jenis dokumen ijin yang telah diterbitkan. Pada tahun 2010 sampai 2013 akumulasi Surat Izin Pemasukan Ikan Hidup sebanyak 261 dokumen dan tercatat pada tahun 2010 surat izin tersebut lebih banyak diterbitkan dibandingkan tahun-tahun yang lainnya. Hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa pada tahun 2010 kegiatan impor ikan cukup banyak dilakukan. Begitu pula dengan Rekomendasi Pengeluaran Ikan Hidup pada tahun 2010 diterbitkan sebanyak 2 surat izin, dengan data tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekspor berjalan dengan baik. Untuk tahun yang lainnya tidak tercatat ada surat izin yang diterbitkan.
Untuk penerbitan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) di Bidang Pembudidayaan Ikan pada periode tahun 2010 – 2013 tercatat sebanyak 77 dokumen yang telah diterbitkan, dan pada tahun 2011 surat izin tersebut diterbitkan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun yang lainnya yaitu sejumlah 27 surat izin yang diterbitkan.
Surat Rekomendasi Pembudidayaan Ikan Penanaman Modal (RPIPM) pada setiap tahunnya tercatat jumlah surat izin yang diterbitkan hampir sama yaitu sebanyak 2 surat izin. Berbeda dengan Surat Rekomendasi Pengunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) baru diterbitkan pada tahun 2012 dan 2013 sebanyak masing-masing satu surat rekomendasi.
Untuk mempermudah analisis peningkatan data surat izin yang telah diterbitkan dapat melihat gambar grafik dibawah ini :

 
 Gambar 1. JumlahPelayanan Usaha Pusat 2010-2013

Apabila melihat dari target Indikator Kinerja tahun 2010-2014 bahwa target sampai dengan tahun 2013 adalah 580 layanan maka capaian indikator pelayanan usaha perikanan budidaya adalah 90,69%. Dengan hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa pelayanan yang telah dilaksanakan cukup baik dan dapat membantu untuk menggerakkan perekonomian Indonesia.