Thursday, March 20, 2014

PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PEMBUDIAYA IKAN MENINGKAT DENGAN BANTUAN KKP-E



Kesejahteraan merupakan hal utama yang ingin diraih oleh manusia pada umumnya. Hal tersebut berkaitan erat dengan tujuan dari seluruh usaha yang dijalankan pada setiap bidang. Salah satu bidang usaha yang dapat dijalankan untuk mendapatkan kesejahteraan masyarakat luas adalah usaha bidang perikanan budidaya. 

Dalam menjalankan usaha perikanan budidaya tentunya diperlukan kerja keras untuk dapat mewujudkan tujuan awal dari usaha yaitu meningkatkan kesejateraan seluruh pengelola usaha  tersebut. Kesejahteraan merupakan dampak dari adanya peningkatan produksi dan pendapatan dari usaha yang dijalankan.

Untuk dapat dengan konsisten meningkatkan produksi dan pendapatan usaha perikanan budidaya tentunya memerlukan bantuan modal yang dapat membantu menjalankan dan mengembangkan usaha yang dijalankan. Dengan adanya bantuan modal usaha tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi dan pendapatan usaha.

Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan modal usaha tersebut adalah dengan mengakses dana kredit yang sesuai dengan jenis usaha yang dilakukan. Salah satu dana kredit yang dapat diakses dalam menjalankan usaha bidang perikanan budidaya adalah Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) yang merupakan skema kredit investasi dan modal kerja diberikan kepada petani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan, dalam rangka pembiayaan usaha untuk mendorong percepatan intensifikasi dalam rangka pengadaan pangan. 

Dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) dalam sektor usaha perikanan budidaya diberikan kepada Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) dan pemberian dana tersebut dibatasi dalam komoditas ikan yang dibudidayakan. KKP-E saat ini membiayai usaha perikanan untuk usaha budidaya udang, nila, mas, gurame, patin, lele, kerapu dan rumput laut.

KKP-E adalah dukungan permodalan usaha yang bersumber dari berbagai lembaga pembiayaan seperti perbankan, dan pada saat ini pihak Bank yang menyalurkan dana kredit tersebut adalah Bank Nasional dan Bank Perkreditan Daerah. Adapun Bank Nasional yang menyalurkan Dana tersebut adalah BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Bukopin. Bank daerah yang turut mendukung penyaluran dana KKP-E adalah Bank Daerah Prov. Sumatera Utara, Prov. Sumatera Barat, Prov. Riau - Kepulauan Riau, Prov. Jambi, Prov. Jawa Barat – Banten, Prov. Jawa Tengah, Prov. DIY, Prov. Jawa Timur, Prov. Bali, Prov. NTB, Prov. Kalimantan Selatan, Prov. Sulawesi Selatan - Sulawesi Barat dan Prov. Papua. 


Dana KKP-E tersebut masih terus disalurkan pada tahun 2014 ini. Dari data yang didapatkan dari Direktorat Usaha, Ditjen Perikanan Budidaya per tangal 28 Februari 2014 Dana KKP-E pada tahun 2013 telah tersalurkan total sebesar Rp. 245.193.708.749,- dari Plafon Kredit Bank total sebesar Rp. 967.289.500.000,-. Untuk tahun 2014 berjalan dana KKP-E yang telah disalurkan total sebesar Rp. 580.000.000,-.






Dengan melihat data penyaluran KKP-E tahun 2014 yang jumlahnya masih belum maksima dalam penyalurannya, tentunya hal tersebut dapat dijadikan peluang untuk para pembudidaya ikan yang memerlukan modal kerja untuk usahanya. Kredit KKP-E akan lebih mempermudah para pembudidaya ikan dalam memulai dan mengembangkan usahanya. (Syati Saptaria).

Thursday, March 13, 2014

KREDIT SALAH SATU CARA UNTUK MENGEMBANGKAN USAHA BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA



Dalam menjalankan suatu usaha tentunya diharapkan adanya perkembangan usaha yang terus meningkat pada setiap periode usaha. Hal tersebut menjadikan salah satu tantangan yang harus dihadapi usahawan dalam mengembangkan usaha yang dijalankan. Salah satu cara untuk mengembangkan usaha adalah dengan mengajukan kredit usaha kepada Bank. Dalam mendapatkan kredit usaha tersebut para usahawan harus dapat memenuhi segala syarat yang harus dipenuhi dalam mendapatkan kredit usaha. Salah satunya adalah lancarnya cash flow usaha yang dijalankan dan syarat admnistrasi yang lengkap dalam mendapatkan kredit usaha.

Usaha bidang perikanan budidaya adalah salah satu usaha yang memerlukan dana kredit dalam pengembangannya. KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah layanan kredit yang dapat diakses oleh usahawan bidang perikanan budidaya dalam membantu mewujudkan tujuan usahawan dalam mengembangkan usahanya. KUR merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk memacu percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penumbuhan usaha kecil dan menengah. 

KUR (Kredit Usaha Rakyat) merupakan kredit yang memberikan dana usaha untuk jangka waktu 3 tahun bagi yang mengajukan untuk modal kerja dan bagi yang mengajukan kredit investasi jangka waktunya adalah lima tahun. Suplesi, perpanjangan atau restrukturisasi bisa diperpanjang menjadi maximal enam tahun bagi modal kerja, atau sepuluh  tahun bagi investasi.


Pihak Bank yang ditunjuk pemerintah untuk memberikan akses KUR kepada masyarakat diantaranya adalah BNI, BRI, Mandiri, BTN, Bank Bukopin dan Bank Syariah Mandiri (BSM) dan beberapa bank Pembangunan Daerah, sedangkan perusahaan penjamin yang ditunjuk oleh pemerintah adalah Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum. SPU) dan PT. Asuransi Kredit Indonesia (PT. Askrindo).
 
Dengan banyaknya pihak Bank yang mengucurkan dana KUR tentunya membuka peluang besar bagi para usahawan dalam mengajukan kredit untuk membantu mengembangkan usahanya. Menurut data terakhir per 28 Februari 2014 dari Direktorat Jeneral Perikanan Budidaya, Direktorat Usaha total realisasi penyaluran dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) mencapai RP. 621.200.786.070,- dari plafond sebesar Rp. 698.145.803.195,-.

Untuk meningkatkan produksi dan skala usaha khususnya usaha bidang perkanan budidaya tentunya program KUR (Kredit Usaha Rakyat) ini sangat bermanfaat bagi usahawan dan diharapkan dapat terus dijalankan untuk dapat memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi dampak dari penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi melalui penumbuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia. (Syati Saptaria).

JENDELA INFORMASI BULAN MARET 2014


Monday, February 17, 2014

POTENSI USAHA PERIKANAN BUDIDAYA JAWA BARAT



Dalam memulai suatu usaha tentunya diperlukan berbagai macam informasi yang akan menunjang keberhasilan dari usaha yang akan dijalankan. Untuk mengumpulkan informasi suatu usaha harus dapat  mempertimbangkan beberapa aspek yang berkaitan dengan usaha tersebut. Hal yang paling utama adalah informasi permintaan dan penjualan dari barang atau jasa yang akan kita usahakan di daerah usaha. Dengan mengetahui jumlah pemintaan dan penjualan barang tersebut kita dapat memproyeksikan kemungkinan keuntungan yang akan kita peroleh dalam menjalankan usaha.
                Salah satu potensi usaha yang mempunyai peluang yang cukup menjanjikan adalah usaha dibidang perikanan budidaya, karena usaha ini  menghasilkan bahan pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan ikan pula merupakan salah satu jenis pangan yang bergizi tinggi. Banyaknya permintaan ikan setiap hari merupakan peluang yang dapat dijadikan alasan untuk memulai usaha dibidang perikanan budidaya.
                Dalam memproduksi barang atau jasa tentunya diperlukan pula informasi yang menunjang terhadap kelancaran proses produksi yang akan dijalankan. Usaha dibidang perikanan budidaya mempunyai syarat utama yang harus dipenuhi dalam menjalankannya, syarat tersebut adalah lahan yang baik untuk dipergunakan dalam menjalankan usaha tersebut. Lahan yang dapat dipergunakan dalam menjalankan usaha perikanan budidaya terdiri dari lahan air tawar, air payau dan air laut.
                Untuk menjalankan usaha perikanan budidaya tentunya kita harus menentukan daerah yang cocok untuk menjalankan usaha tersebut. Salah satu daerah yang cukup layak untuk dipilih dalam menjalankan usaha bidang perikanan budidaya adalah daerah Provinsi Jawa Barat. Daerah Jawa Barat memiliki potensi lahan air tawar berupa Kolam, Karamba, Sawah, Kolam air deras dan jaring apung. Untuk jenis air payau memiliki potensi lahan tambak dan pula memiliki potensi lahan air laut.


                Berdasarkan data yang diperoleh dari instansi terkait potensi perairan yang paling banyak dimiliki daerah Jawa Barat adalah potensi lahan air tawar. Sebagai gambaran luas lahan potensi kolam air tawar yang dimilki adalah daerah Jawa Barat adalah sebanyak 20.487,06 Ha dengan luas lahan yang telah di manfaatkan seluas 17.853,44 Ha. Lahan tersebut dipergunakan untuk membudidyakan komoditas ikan mas, nila, nilem, mujaer, gurame, tawes, patin, lele, sepat siam, tambakan, bawal, belut dll.
                Potensi lahan lainnya yang ada di Jawa Barat adalah karamba, sawah, kolam air deras, jaring apung dan tambak air payau. Untuk karamba telah menghasilkan produksi ikan sebanyak 354.28 ton pertahun yang terdiri dari ikan mas, nila, mujaer dan ikan lele. Potensi sawah daerah Jawa Barat berdasarkan data lahan seluas 34.496,29 Ha menghasilkan produksi sebanyak 13.985,19 ton yang terdiri dari ikan mas, nila, mujaer, nilem, tawes  dan bawal.  Adapun kolam air deras yang dipergunakan untuk membudidayakan komoditas ikan mas, nila, mujaer, gurame, patin, lele dan bawal menghasilkan produksi pertahun sebesar 13.177,69 ton yang dihasilkan dari luas lahan yang telah dimafaatkan seluas 245.470 ha. Untuk potensi lahan jaring apung dengan memanfaatkan lahan seluar 21.291 Ha menghasilkan produksi ikan sebanyak 195.185 ton ikan per tahun dengan komoditas ikan mas, mujaer, nila, gurame, lele, patin, bawal dan bandeng. 


                Potensi lahan air payau Daerah Jawa Barat memiliki total luas lahan sekitar 64.815,15 Ha dan lahan tersebut telah dimanfaatkan seluas 54.184,70 Ha, Komoditas yang dibudidayakan adalah ikan bandeng, belanak, kakap, mujair, nila, mas, kerapu, udang windu dan udang utih dengan hasil produksi sebesar 132.706,54 Ton per tahun. Adapun Lahan Air Laut yang telah dimanfaatkan oleh Provinsi Jawa Barat adalah sebanyak 1.164 unit yang membudidayakan kerang darah, kerang hijau dan rumput laut dengan jumlah produksi mencapai 4.216,74 Ton per tahun.
                Dengan mengetahui potensi yang tersedia disuatu daerah dapat memberikan gambaran mengenai peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan dimasa yang akan datang. Selain itu pula dapat meningkatkan pemanfaatan lahan yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal di daerah Jawa Barat. (Syati Saptaria)

Monday, January 13, 2014

POKDAKAN BELA TANI SUKSES MENBUDIDAYAKAN IKAN GURAME MENDAPATKAN DANA KKPE RATUSAN JUTA RUPIAH



             Dalam menjalani bisnis diperlukan perencanaan yang matang untuk menghindari kegagalan dalam menghasilkan keuntungan. Dalam melakukan perencanaan dapat dilakukan dengan membuat catatan sederhana yang memuat segala sesuatu yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan usaha supaya kegiatan yang  akan dilakukan lebih terencana dan sistematis, sehingga akan meminimalkan biaya yang akan dikeluarkan.
                Selain perencanaan yang baik diperlukan jalinan kerjasama yang baik dengan stakeholders yang dapat menunjang usaha kita, tentunya kerjasama yang saling menguntungkan. Hal tersebut telah diterapkan oleh Pokdakan Bela Tani yang berasal dari Lingkungan VI, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Propinsi Sumatera Utara. Pokdakan Bela Tani melakukan usaha pembesaran ikan Gurame yang sebelumnya pernah mengalami kerugian dalam menjalankan usaha pemebsaran ikan patin. Kegagalan tersebut dijadikan pelajaran berharga oleh Pokdakan Bela Tani dan tidak menyusutkan usahanya dalam menjalankan usaha dibidang perikanan budidaya.
                Setelah menjalankan usaha pembesaran ikan gurame Pokdakan Bela Tani mendapatkan keuntungan yang cukup memuaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan seluruh anggota Pkdakan Bela Tani, terutama Bapak M. Yamin selaku Ketua Pokdakan yang telah melakukan upaya mengadakan sosialisasi, pelatihan dan pembinaan kerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serdang Bedagai.
                Dalam memperoleh kesukseannya Pokdakan Bela Tani memanfaatkan bantuan dana yang diperoleh pada tahun 2012 berupa bantuan modal melalui Program PUMP-PB TA. 2012. Dengan mendapatkan dana PUMP PB tersebut Pokdakan Bela Tani dapat meningkatkan produksi dan pendapatan kelompok.
                Hasil panen yang diperoleh setelah mendapatkan dana bantuan PUMP PB sangat memuaskan, Pada satu tahun dilakukan 2 kali panen ikan gurame. Panen pertama pada bulan Mei 2012 mendapatkan 2.000 Kg ikan gurame dan panen yang kedua mendapatkan 2.250 Kg ikan Gurame, sehingga dalam satu tahun Pokdakan Bela Tani menghasilkan ikan guramen sebanyak 4.250 Kg.  Hasil tersebut didapatkan karena kelompok senantiasa melakukan perawatan yang baik dengan cara pemberian vitamin, pergantian air secara teratur dan mensortir ikan sehingga mendapatkan ukuran yang merata disetiap ekornya, hal tersebut juga dapat menghemat biaya ikan dan mengurangi tingkat kematian ikan gurame.

                Pendapatan anggota Pokdakan meningkat menjadi Rp. 2.400.000 s/d 3.000.000 setiap bulannya, dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya per anggota mendapatkan kenaikan pendapatan sekitar Rp. 250.000,- per bulan.
                Dalam mengembangkan usahanya Pokdakan Bela Tani mencoba untuk mendapatkan tambahan modal berupa dana kredit dari Perbankan. Dengan pendekatan intensif oleh kelompok, Dinas, PPTK dan instansi terkait lainnya, akhirnya Pokdakan Bela Tani mendapatkan dana KPPE (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi) melalui Bank BRI Kantor Cabang Tebing Tinggi sebesar Rp. 760.880.000,-.
                Dengan mendapatkan dana KKPE, Pokdakan Bela Tani dapat dengan leluasa mengembangkan usahanya. Dengan demikian kesejahteraan anggota Pokdakan khususnya dan masyarakat sekitar dapat menigkat dan menjadikan perekonomian daerah sekitar menjadi lebih maju. (syati Saptaria).

Sunday, January 5, 2014

POKDAKAN JASARAMA, SETELAH SUKSES USAHA BUDIDAYA IKAN, KINI DIPERCAYA MELATIH MEMBUDIDAYAKAN IKAN



Ikan merupakan salah satu sumber pangan  yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya jumlah permintaan ikan konsumsi pada setiap daerah. Permintaan ikan yang cukup besar tersebut menandakan bahwa usaha dibidang perikanan budidaya cukup menjanjikan dan dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Dengan mengetahui permintaan ikan yang cukup banyak akan mengurangi keraguan dari calon pengusaha untuk segera membuka usaha dibidang perikanan budidaya.
                Salah satu contoh pokdakan yang dapat dengan baik mengetahui kondisi pasar adalah pokdakan Jasarama yang beralamat di Kampung Cilandak, RT. 02 RW 04 Desa Cipeujeuh Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang telah berhasil meningkatkan hasil produksi perikanan budidaya. Pokdakan ini berdiri sejak tahun 2002 dan telah mendapatkan dana PUMP PB pada tahun 2011. Dengan mendapatkan dana BLM PUMP PB tahun 2011 pokdakan ini dapat meningkatkan produksi ikan dan kesejahtersaan anggota kelompokpun meningkat.
                Pokdakan jasarama yang diketuai oleh Bapak Nuron Hidayat ini  melakukan kegiatan usaha pembenihan dan pembesaran ikan air tawar. Dalam pemilihan komoditas pokdakan ini cukup variatif karena tidak hanya mengusahakan satu komoditas saja tetapi pokdakan ini membudidayakan beberapa komoditas ikan air tawar. Untuk usaha pembenihan ikan yang dilakukan meliputi pembenihan ikan mas, ikan lele dan ikan Nila, Untuk usaha pembesaran komoditas yang diusahakan adalah ikan lele dan ikan nila. Variasi jenis usaha yang dijalankan kelompok ini cukup memberikan keuntungan yang bervariatif pula. Akan tetapi berdasarkan keterangan dari Bapak Nuron Hidayat  dari semua jenis usaha tersebut rata-rata mempunyai keuntungan yang cukup memuaskan anggota kelompok.
                Peningkatan produksi ikan terus meningkat seiring meningkat pula jumlah anggota kelompok yang bergabung di Pokdakan Jasarama. Pada awal pembentukan kelompok, Jasarama mempunyai anggota sebanyak 20 orang dan sampai saat ini anggota kelompok telah mencapai 100 orang. Untuk bergabung dengan Pokdakan Jasarama Bapak Nuron kepada anggota kelompok baru selalu memberikan pelatihan mengenai cara budidaya ikan dan bukan hanya pada anggota kelompok saja, Pokdakan jasarana secara terbuka memberikan pelatihan kepada masyarakat luas yang mempunyai minat untuk belajar membudidayakan ikan air tawar. Pelatihan yang telah dibimbing oleh Bapak Nuron Hidayat selaku Ketua Pokdakan Jasarama diikuti oleh banyak masyarakat, bukan hanya dari daerah Jawa Barat ada pula peserta pelatihan yang datang dari luar pulau Jawa.
                Dalam satu siklus panen Bapak Nuron merasakan cukup besar jumlah keuntungan yang didapatkan, sebagai gambaran pada satu siklus panen benih ikan mas yang dipelihara selama 25 hari Bapak Nuron mendapatkan panen sebanyak 50 liter ikan mas per hari dengan harga satu liternya sebesar Rp. 25.000,- jadi total pendapatan dari pembenihan ikan mas sebesar Rp. 1.250.000,-.  Dari pembenihan ikan lele Pokdakan Jasarama mempunyai keuntungan yang lebih besar dibanding dengan pembenihan ikan mas. Dalam waktu 25 hari menghasilkan 40 gelas atau 160 Kg benih ikan lele, sehingga keuntungan yang didapatkan sekitar Rp. 2.400.000,-.


                Usaha Pembesaran ikan Nila menghasilkan 2-3 Kwintal per 280 m2 ikan Nila yang ditebar benih sebanyak 2 liter ikan per meter. Ikan Nila dibudidayakan selama 3 bulan dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 4.500.000,-, Untuk pembesaran ikan lele hasil yang diterima lebih menguntungkan karena dalam luas lahan sebesar 120 m2 dan waktu budidaya yang diperlukan selama 2 bulan,  Pokdakan Jasa rama mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 3.150.000,-.
                Dalam meningkatkan kapasitas usaha Pokdakan Jasa Rama telah mendapatkan kepercayaan Bank BRI untuk mendapatkan dana KKPE sebesar Rp. 150.000.000,- pada tahun 2012. Dengan mendapatkan dana KKPE  Pokdakan Jasarama lebih leluasa untuk mengembamgkan kembali usaha yang telah dirintisnya dari tahun 2002.


            
         Dengan keuntungan yang didapatkan Pokdakan Jasarama telah merasakan banyak manfaat telah melakukan usaha dibidang perikanan budidaya diantaranya adalah kesejahteraan anggota dan juga keluarga anggota terus meningkat dan selain itu pergerakan ekonomi daerah berjalan dengan lancar. (Syati Saptaria)