Wednesday, September 4, 2013
Tuesday, August 13, 2013
PENDAMPINGAN AKSES PEMBIAYAAN PERBANKAN
Indonesia
mempunyai potensi perikanan yang sangat besar dan perlu untuk diberdayakan
sehingga dapat meningkatkan perekonomian negara Indonesia. Dalam memanfaatkan potensi
yang ada diperlukan pembangunan dan pengembangan usaha yang dapat menciptakan
peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia. Untuk melaksanakan pembangunan usaha disegala bidang
tentunya bukan hanya konsep saja yang diperlukan, faktor yang paling penting
dalam menjalankan hal tersebut adalah investasi yang cukup dalam memfasilitasi
pembangunan usaha tersebut. Investasi yang diperlukan dalam pembangunan usaha
berhubungan erat dengan pembiayaan yang pada saat lebih banyak diberikan oleh
Perbankan.
Direktorat
Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Usaha memberikan perhatian penuh
terhadap akses pembiayaan perbankan untuk dapat di manfaatkan masyarakat dalam
memulai atau mengembangkan usahanya dibidang perikanan budidaya. Untuk
mensosialisasikan manfaat dari pembiayaan Perbankan Direktorat Usaha, Subdit
Investasi dan Permodalan melakukan kegiatan Pendampingan Akses Pembiayaan
Perbankan dalam mendukung Industrialisasi Perikanan Budidaya di Provinsi Jawa
Tengah pada tanggal 24 Juli 2013 di Semarang.
Kegiatan
dimulai dengan sambutan dari Kadis Jawa Tengah yang mengemukakan Agar
kesempatan bantuan demfarm dimanfaatkan oleh pembudidaya dan mitra untuk
meningkatkan produksinya, sampai dengan saat ini Dinas KP Provinsi Jateng belum
mampu memenuhi target produksi yang
telah ditetapkan oleh pusat. Saat ini
produksi baru mencapai 50% dari yang
ditargetkan. Kadis Jawa Tengah mengutarakan pula bahwa dukungan peningkatan
produksi dari BBPBAP Jepara sangat besar yaitu untuk mengaktifkan kembali
tambak- tambak idle. Selain itu pabrik pakan, suplier dan masyarakat diharapkan
dapat ikut mendukung program ini.
Kadis Jawa Tengah pada sambutannya mengungkapkan pula bahwa Perbankan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas penyaluran pembiayaan kepada pembudidaya, sehingga diharapkan pembudidaya dapat meningkatkan produksinya.Diharapkan juga dapat menyamakan persepsi antara pemerintah, perbankan dan pembudidaya.
Direktur Usaha Bapak Tri Hariyanto dalam sambutannya mengemukakan bahwa 0,4 % produksi sudah tercapai pada Tahun 2013 dan mengharapkan supaya pertemuan ini bisa mendapatkan sinergitas antar stake holder, agar demfarm di Jateng bisa berhasil.
Pada kegiatan tersebut dihadirkan tiga narasumber yang mempresentasikan teori dan data yang mendukung program akses pembiayaan Perbankan. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Kadis Jawa Tengah, Direktur Prasarana dan Sarana Budidaya dan Kepala Divisi Bisnis Program dan Kemitraan, BRI.
Narasumber pertama yaitu Kadis Jateng, Bapak Lalu Safriyadi mempresentasikan potensi perikanan didareah Jawa Tengah yang mempunyai
tambak dengan Luas 44.239 ha dengan hasil produksi sebesar 115.388 ton, dan sebanyak 60 % tambak
kurang produktif atau belum terkelola dengan baik, sehingga perlu revitalisasi
perikanan tambak. Untuk mendukung hal tersebut dana APBN diharapkan dapat
mendukung tambak dan dana APBD untuk
budidaya lainnya Jateng selalu mendapatkan APBN yang besar, tetapi capaian produksi selalu rendah (urutan
10 untuk skala nasional). Usaha budidaya
di Jateng masih skala tradisional, maka KKPE sangat dibutuhkan.
Narasumber
kedua yaitu Direktur Prasarana dan Sarana Budidaya mempresentasikan mengenai
kegiatan Demfarm bertujuan untuk menyediakan
infrastruktur yang memadai dalam pelaksanaannya bertahap. Diawal program ini produksi
di Provinsi Banten dan Provinsi Jabar memperoleh hasil yang baik dan sangat pesat karena dibantu oleh perbankan
(BRI), membangun pola kemitraan dengan
melibatkan perbankan dan menggunakan penerapan teknologi close system (klusterisasi), dalam rangka meminimalisir penyebaran
penyakit.
Disampaikan
pula perlunya akselerasi penyiapan
demfarm meliputi lokasi, lahan, pokdakan,mitra di lapangan (kab/kota masing-masing)
yang diperlukan untuk mencapai sasaran demfarm yaitu pemilihan lokasi yang baik
untuk budidaya dari sekitar 80 ha lahan yang tersedia, Mitra dapat menyediakan benih, pakan dan biaya
operasional dengan baik dan kontinue.
Dalam
melaksanakan program Demfarm diperlukan Rencana Aksi meliputi Sosialisasi
kepada Provinsi yang mendapatkan alokasi dana Demfarma yaitu Jateng, Jatim, Lampung,
NTB, Sulsel, Sumut (6 kabupaten). Hal tersebut untuk mengefisienkan waktu
pelaksanakan kegiatan program Demfarma tersebut.
Provinsi Jawa
Tengah mempunyai alokasi lahan seluas
180 ha dan baru ada lahan 157 ha yang telah dialokasikan sehngga diperlukan 23
ha lagi untuk pemenuhan alokasi program Demfarm tersebut.
Narasumber
ketiga yaitu Kepala Divisi Bisnis Program dan Kemitraan, BRI (Bapak. Teten)
mengungkapkan bahwa pembiayaan di sektor hulu, pada dasarnya menarik.
Revitalisasi 2012-2013 lebih ke pengembangan produksi, karena 70 %
produksi di eksport. Program KKP plus
mitra, petambak, perbankan, bisa dikembangkan dan diharapakan dapat berkelanjutan dan menguntungkan.
Dukungan
dari pemerintah saat ini terbatas tetapi bisa berjalan dengan baik. Bapak Teten menyampaikan bahwa BRI cabang
pada tanggal 23 kemarin melakukan diskusi dengan BBPBAP Jepara. BBPBAP Jepara
melakukan sosialisasi ke AO tentang budidaya udang tambak, sehingga AO bisa
paham tentang perikanan dan lebih memahami mengenai bisnis di lapangan, dengan
pemahaman tersebut dapat disimpulkan bahwa bisnis perikanan dapat memberikan
manfaat dan keuntungan yang menjanjikan.
Peranan
mitra selain membantu dalam penjualan (trading),
juga berperan sebagai mitra on farm.
Mitra tersebut harus dapat dengan mudah diakses oleh BRI.
Untuk
Kegiatan Demfarm akses kredit menggunakan kredit usaha rakyat(KUR), karena KKP-E
hanya menyediakan dana sebesar Rp. 50-100 juta saja, dan tersebut tidak cukup
untuk operasional. Mitra bersama-sama pembudidaya menyiapkan aspek manajemen
teknis, persiapan lahan, maksimal kredit yang bisa diakses rp. 500 juta. Dana tersebut dapat diberikan pihak
BRI dengan catatan data lokasi yang sudah ditentukan, dan berapa kebutuhan
indikatifnya, sehingga AO bisa cukup waktu melakukan penilaian, mudah-mudahanan
semua lokasi dapat disetujui untuk pengucuran kredit. Tidak hanya kegiatan
Demfarma saja yang dapat dipenuhi akses kreditnya, untuk kegiatan lainnya pun
BRI siap untuk memberikan akses kredir t asalkan memenuhi persyaratan yang
telah ditentukan.
Dalam
hal ini pihak BRI menyampaikan bahwa keunggulan pembiayaan yang diberikan
Perbankan dalam usaha perikanan budidaya adalah jumlah pembiayaan dan suku
bunga yang ringan.
Sesi
terakhir ditutup oleh tanya jawab dan diskusi, pada sesi tersebut sebagian
besar mengungkapkan mengenai kebutuhan akses kredit untuk mempercepat
pelaksanakan kegiatan budidaya ikan. Pada tahap diskusi masih terdapat beberapa
pertanyaan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi dalam memperoleh akses
kredit Perbankan dikarenakan hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan oleh
banyak masyarakat.
Dalam
masalah teknis sesi diskusi membicarakan mengenai Sarana produksi yang
diperlukan dalam proses pembudidayaan ikan. Dijelaskan mengenai tata cara
pengajuan Srana Produksi ke Direktorat Prasarana dan dijelaskan pula bahwa
barang yang akan diberikan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan memiliki spek
barang yang bagus.
Dengan
diadakan kegiatan Pendampingan Akses Pembiayaan Perbankan diharapkan dapat terjalinnya kerjasama antara KKP dan Pihak
Perbankan, sehingga akses dana perbankan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan
dapat dilakukan lebih baik dan tujuan KKP untuk meningkatkan produksi perikanan
dapat tercapai. Dengan peningkatan produk perikanan dapat berdampak terhadap
peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Syati
Saptaria).
KEBAHAGIAAN SILATURAHMI....
Ketika bertemu kembali dengan mereka yang sudah lama tidak bertemu dan kita kenal baik sebelumnya ada rasa
yang membahagiakan...karena kita dapat melihat kondisi dan keadaannya...kondisi dan keadaan yang baik dan sehat adalah harapan bersama...
Ketika bertemu dengan orang yang
telah membantu kita dalam keadaan suka dan duka...sangat menyentuh
hati...sangat mengingatkan kita kepada perjuangan bersama untuk saling
membahagiakan dimasa lalu...dan melihat kondisi dan keadaan yang baik dan sehat
adalah harapan yang sangat didambakan...
Ketika bertemu dengan orang yang lebih
bijaksana lebih berpengalaman dan selalu memberi nasehat dan saudara kita yang lebih tua dari kita (kakak, om, tante, ua, nenek, kakek) adalah moment yang tidak akan
terlupakan karena mereka adalah sumber inspirasi kita dalam menjalankan
kehidupan...akan lebih mudah untuk memutuskan sesuatu dengan mempertimbangkan
semua nasehat mereka...^_*
Ketika bertemu dengan orang dan
saudara yang lebih muda dari kita (adik, keponakan) dengan rendah hati mereka
menyapa kita dan meminta maaf terlebih dahulu kepada kita...memperlihatkan
bahwa mereka telah mendapatkan pengaruh yang baik dari lingkungan
sekitarnya...dengan mencerminkan kerendahan hati yang mereka miliki...tidak
memperlihatkan sifat kekanakan dan ego walaupun usianya jauh lebih muda...
Yang ada hanya tawa dan keceriaan
juga kebersamaan...pada saat Hari Raya Idul Fitri...
Minal Aidzin Wal Faidzin...Mohon Maaf Lahir dan Bathin....
Minal Aidzin Wal Faidzin...Mohon Maaf Lahir dan Bathin....
Manfaat yang sangat luar biasa
berguna setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan...^_*
Akan selalu merindukan bulan
Ramadhan...^_*...
Wednesday, July 31, 2013
MEMBERI DAN MENERIMA
Memberi dan menerima diibaratkan
seperti pasangan yang saling melengkapi dan membuat segalanya menjadi lebih
sempurna dan berarti...setiap hal yang dijalankan akan lebih bermakna dan lebih
menyenangkan...walaupun terdapat beberapa hal yang kurang berkenan
dihati...dengan memberi dan menerima akan membuat hati menjadi lebih lapang dan
suka cita....
Memberi dan menerima akan dapat
dirasakan penuh ketika kita menjalani kehidupan berkeluarga...hidup bersama
pasangan (suami/istri)..memiliki anak...memiliki keluarga besar yang begitu
peduli dan perhatian terhadap kita...sehingga perasaan yang kita punya akan
terjaga dan selalu positif dalam menilai segala hal...
Tujuan hidup setiap orang
sangatlah beragam...tapi tentunya dalam
berkeluarga kita terus berusaha mensinkronkan tujuan hidup...sehingga akan
mencapai tujuan yang sama dan akan memuaskan seluruh anggota keluarga...
Tiap keluarga sudah mempunyai
planning baik jangka pendek dan jangka panjang...tapi ada pula yang tidak
memiliki planning secara pasti ...dan menjalankan hidup dengan apa adanya
saja...dari hal tersebut terdapat dua opsi yang mengarahkan kita terhadap opsi
mana yang kita setujui...
Dalam berkeluarga tentunya kita
menginginkan kehidupan yang lebih baik...dalam segala segi...dan itu merupakan
tujuan yang dapat kita rencanakan...tapi jangan lupakan kebahagian karena semua
tujuan bermuara terhadap kebahagian...banyak yang mendapatkan tujuannya tetapi
tidak bisa menikmatinya dengan sepenuh hati atau dapat dikatakan tidak
bahagia...karena pencapaian yang diraih terlalu membebani...beban tersebut
berawal dari hal yang dipaksakan...kesabaranlah yang diperlukan...karena belum
tentu yang kita dapatkan dapat berakibat baik dalam proses kehidupan kita
selanjutnya...kita harus memikirkan tentang keluarga besar kita pula...
Keluarga yang terdekat adalah
pasangan hidup dan anak...suami adalah orang yang telah di pilih untuk saling memberi
dan menerima dalam berbagai hal...anak adalah titipan yang dapat diibaratkan
buku...yang harus dipelajari dan dipahami...sehingga ilmu yang terkandung
didalamnya dapat kita raih dan menjadikan kita lebih dewasa...
Dewasa adalah pilihan yang
sewaktu-waktu dapat kita pilih...tapi dalam memilihnya diperlukan kemampuan
bertindak sesuai dengan yang seharusnya...bertindak lebih bijaksana dan
memutuskan segala sesuatu dengan lebih memikirkan dampak yang akan terjadi
terhadap orang-orang sekitar yang kita cintai...
Dampak yang terjadi terhadap
segala sesuatu yang kita putuskan adalah tanda dari diri dalam memberi sesuatu
yang terbaik untuk keluarga...walaupun kita harus meninggalkan ego diri...
**********************************************************************************
Pelan tetapi pasti dan hasilnya
akan memuaskan lebih baik...dibandingkan cepat melihat hasil tetapi berdampak
tidak baik dimasa yang akan datang...*tanya hati...(kesabaran)...
...pancarkan hati yang bahagia
lebih baik dibandingkan pancarkan kebahagiaan melalui materi...
Monday, July 22, 2013
PAMER -an
Setelah mengikuti beberapa
pameran...dapat disimpulkan bahwa pameran itu berasal dari kata
pamer...diakhiri dengan akhiran –an...
Pameran diadakan untuk menarik
perhatian komunitas yang dianggap potensial atau cocok dengan sebelumnya
dilakukan survey terhadap keragaman ketertarikan masyarakat...
Hal tersebut dilakukan untuk
mendapatkan hasil yang memuaskan dengan membidik komunitas yang
sesuai...kesesuaian tersebut akan meraih banyaknya antusiasme masyarakat
terhadap apa yag kita pamerkan...
Yang dapat kita pamerkan bukan
hanya berupa barang saja...tapi skill pula merupakan salah satu unsur yang
dapat dipamerkan...
Pameran itu perlu adanya
persiapan...bukan hanya asal memamerkan apa yang kita akan pamerkan...jangan
sampai kita terlalu percaya diri bahwa apa yang kita pamerkan akan cukup
menarik perhatian orang...
Hal yang menggagalkan pamer-an
adalah ketidak pedulian orang terhadap barang atau skill yang kita
punya...walaupun kita mencoba untuk memamerkan yang lebih bagus kualitasnya...
Jadi tetap kita harus mempunyai
ilmu untuk mengetahui ketertarikan masyarakat secara global...
Itu juga terjadi pada keseharian
kita...untuk melakukan pameran itu coba dilihat tempat (sesuai atau tdk komunitasnya)...ketertarikan
orang yang menjadi sasaran kita (akan antusias atau tidak)...kalau hasilnya
ketidakpedulian sama saja hasilnya tidak mendapakan apa-apa atau (NOL
BESAR)...hal tersebut dapat menimbulkan dampak ketidakpedulian keduakalinya
apabila kita melakukan pameran kembali dan melakukannya pada kominutas yang
sama...jadi carilah komunitas yang cocok..atau istilahnya golongan yang sesuai
dengan kriteria dengan yang kita rasakan...lihat dulu sasarannya...semua sudah
digolongkan yang putih dengan yang putih...yang hitam dengan yang hitam...
Kalau kita tidak menerapkan
itu...hasilnya adalah ketidakpedulian yang akan bertambah memburuk setiap saat
ketika kita melakukan pameran berikut dan berikutnya lagi...contohnya komunitas
tersebut akan menolak atau tidak berminat untuk kita datangi lagi...karena hal
yang kita pamerkan tidak cukup menarik perhatian mereka...atau yang mereka
butuhkan tidak ada pada diri kita...
Apabila sudah mengalami penolakan
ketika melakukan pamer-an jangan lakukan pamer-an yang memamerkan hal yang sama
walaupun mempunyai kualitas yang lebih bagus dari sebelumnya...carilah
ketertarikan yang cocok terhadap komunitas yang menjadi sasaran...atau bisa
jadi penolakan tersebut ditimbulkan karena sasaran kita sudah memiliki yang
kita tawarkan...tawarkanlah hal yang belum dimiliki sasaran kita...
Terdapat beberapa komunitas yang
tidak menginginkan produk konsumsi berwujud...adapula yang tidak berwujud...yang
tidak berwujud itu berasal dari hati...yang dapat dikonsumsi berupa
kepedulian...untuk mendapatkan kepedulian orang lain kita harus menunjukkan kepedulian
kita terlebih dahulu...hal tersebut akan mempengaruhi kegiatan PAMER-an yang
akan kita lakukan...
Kepedulian itu bukan hanya merasa
kasihan...tapi ikut merasakan dan menempatkan diri kita pada posisi orang
lain(empati)...supaya tidak salah langkah...dan tidak salah pemikiran...yang akan menimbulkan dampak yang tidak baik pada masa yang akan datang...
Tanya diri kenapa orang tidak mau
peduli terhadap apa yang kita punya atau yang kita PAMER-kan...walaupun
kualitasnya lebih bagus...
Sudahkan kita terlebih dahulu menunjukkan
kepedulian kita...sebelum kita menuntut kepedulian dari orang lain...(tanya
hati)...jangan sampai mempunyai pemikiran biarlah orang lain susah...yang penting
kita nyaman dan enak...sedangkan orang lain sedang bersusah payah menghadapi kesulitan...(*think)...
Itu akan berdampak terhadap
kegiatan PAMER-an yang akan kita lakukan...dampaknya adalah penolakan promosi
terhadap apa yang akan kita pamerkan...bahkan memperhatikannyapun tidak sama
sekali...
Tapi jangan terlalu berlebihan dalam melakukan PAMER-an...bisa dikatakan sombong...dan akan menimbulkan rasa iri dalam hati orang lain untuk memiliki hal yang kita PAMER kan secara berlebihan...sehingga akan memaksakan diri untuk medapatkan apa yang kita PAMER kan...tapi dengan terjadinya hal tersebut, secara tujuan yang direncanakan sudah berhasil kita dapatkan...cuma tinggal menghilangkan rasa itu...
Berbeda kasusnya apabila kita tidak melakukan PAMER-an tetapi orang memperhatikan dan menimbulkan rasa iri untuk memiliki hal yang tidak kita PAMER kan...dengan alasan awal adalah untuk melemahkan kesombongan kita padahal rasa iri tumbuh dalam diri orang tsb terlebih dahulu....ada dua kemungkinan...kemungkinan yang pertama kita mempunyai potensi jual yang bagus dan kemungkinan kedua yang memperhatikan kita merasa tersaingi dan ingin memperlihatkan kualitas dirinya lebih baik... (sombong juga ya...)....(menurutnya baik tetapi belum tentu baik)...
Hal tersebut dapat menimbulkan dampak yang baik...tapi bila menggunakan cara yang memaksa bisa jadi dampaknya tidak akan baik...
Tapi jangan terlalu berlebihan dalam melakukan PAMER-an...bisa dikatakan sombong...dan akan menimbulkan rasa iri dalam hati orang lain untuk memiliki hal yang kita PAMER kan secara berlebihan...sehingga akan memaksakan diri untuk medapatkan apa yang kita PAMER kan...tapi dengan terjadinya hal tersebut, secara tujuan yang direncanakan sudah berhasil kita dapatkan...cuma tinggal menghilangkan rasa itu...
Berbeda kasusnya apabila kita tidak melakukan PAMER-an tetapi orang memperhatikan dan menimbulkan rasa iri untuk memiliki hal yang tidak kita PAMER kan...dengan alasan awal adalah untuk melemahkan kesombongan kita padahal rasa iri tumbuh dalam diri orang tsb terlebih dahulu....ada dua kemungkinan...kemungkinan yang pertama kita mempunyai potensi jual yang bagus dan kemungkinan kedua yang memperhatikan kita merasa tersaingi dan ingin memperlihatkan kualitas dirinya lebih baik... (sombong juga ya...)....(menurutnya baik tetapi belum tentu baik)...
Hal tersebut dapat menimbulkan dampak yang baik...tapi bila menggunakan cara yang memaksa bisa jadi dampaknya tidak akan baik...
Untuk komunitas yang suka
melakukan PAMER-an...tanpa sebelumnya merasakan susah payahnya suatu proses...^_*
*Artikel bermakna ganda...**
Subscribe to:
Posts (Atom)



